Enam Komunitas Mengikuti Dance Meet Up di Jakarta

Koreografer dalam enam komunitas tari, bersiap untuk menampilkan dance terbaik mereka dalam program ‘Jakarta Dance Meet Up’ pada hari Jumat, yang akan berangsung di Gedung Kesenian Jakarta. Dimana program yang dibuat oleh komite tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi komunitas tari yang berada di ibukota.

Pertama kalinya ‘Jakarta Dance Meet UP’ (JDMU) akan diisi oleh 6 komunitas, seperti Cipta Urban TIM, Citra Art Studio, EE Production, EKI Dance Company, GIGI Art of Dance dan Sangar Tari Limpapeh.

Hartati yang merupakan ketua Komite tari DKJ, mengatakan fungsi di dalam komunitas bagi masyarakat merupakan tempat belajar dance. Dan juga sebagai ruang berekspresi, serta industri kreatif hiburan ataupun jasa.

“Forum tari seperti JDMU harus mengetahui seberapa banyak komunitas tari, sangar, sekolah tari informal, serta grup kecil termasuk bagian tari apa saja saat ini,” ucap Hartati ketika mengadakan sebuah konfresi pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK).

“Yang saya lihat, selama ini komunitas tari pada jalan sendiri-sendiri dan tidak ada yang menghubungkannya. Komite tari berkeinginan komunitas dapat terhubung melalui JDMU. Tidak hanya terhubung saja, namun belajar dengan yang lainnya,” tambahnya.

jakarta meet up dance

para peserta yang berada di dalam gedung kesenian jakarta

6 Komunitas Siap Tampil Dalam Acara Jakarta Dance Meet Up

Dalam enam komunitas itu, Cipta Urban TIM akan menunjukkan medley karya empat fotografer yaitu ¬†Gege Diaz yang terkenal dengan ‘Kehidupan Masyarakat Larantuka’, aboogrey lobubun ‘Filosofi Bermain Bola’, Stenly Patty ;Koreografi Urban Hip Hop’, dan Dedi Maniakori ‘Dejavu’. Koreografer Suryani dari komunitas Citra Art Studio akan menampilan ‘Sedanau’.

Dan juga Koregrafer Eyi Laser dengan ‘Tomorrow’ yang akan ditampilkan oleh EE Production. Termasuk Gigi Art Dance tidak ingin kalah saing dengan lainnya, mereka akan memberikan penampilan Karya MI CASA yang dihasilkan Dance Lab anggota GIGI.

Sanggar Tari Limapapeh, Putri Jingga Aura dan Ridwan merupakan komunitas terakhir yang ikut serta akan menyajikan ‘Anak Sasian’. Yang mana pertama kalinya dalam acara JDMU itu akan diselenggarakan pada hari Jumat, di Gedung Kesenian Jakarta. Jika acara tersebut sukses, maka akan diadakan kembali pada bulan Agustus dan Oktober mendatang.

pentas tari

saat pementasan

Kolaborasi Antar Komunitas Tari

Tari yang biasanya dilakukan dengan ekspresi jiwa dalam bentuk olah tubuh, hingga kini masih populer. Dari tari tradisional sampai kontemporer, semua itu bergabung di acara Jakarta Dance Meet Up yang didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta. Yang mana kegiatan ini akan diadakan di Gedung Kesenian Jakarta, pada hari Jumat.

Dimana salah satu komunitas berasal dari BSD, kota Tangerang Selatan. yang merupakan sebuah tempat kursus dance yang terbaik di BSD. Dimana banyak pesertanya baik yang sudah handal atau belajar dance. Dan tempat kursus itu sudah memiliki banyak penghargaan di berbagai ajang kejuaran tari.

Komunitas yang siap tampil tidak akan diberikan durasi, membuat mereka bebas menunjukkan jati diri dan ciri khas gaya tarian mereka masing-masing seperti biasanya. Namun, diberikan durasi sekitar 20 menit, untuk masing-masing komunitas di atas panggung nanti.

Yang biasanya mereka hanya membuat tarian dalam waktu lima atau tujuh menit saja.

“Semua komunitas tari, telah membuat kegiatan ini dan DKJ sebagai pendukung dalam kegiatan tersebut. Ini merupakan bukti bahwa mereka memiliki niat untuk berkarya. Bahkan di tahun ini saja komunitas yang ingin unjuk gigi sudah penuh,” kata Hartati.