Belajar Balet Tidak Baik Bagi Kesehatan Mental

Dari sebagian anak-anak atau orang dewa menjadikan balet sebagai hobi mereka. Dengan gerakan yang begitu indah, para peneliti mengatakan bahwa dalam tari balet dapat mengetahui kondisi mental pada orang tersebut.

Menurut sebuah kabar yang telah disampikan oleh jurnal Psychology of Music, dalam meriset tari balet, Telmo Serrano dan juga Helena Amaral Espiritio-Santo yang diketahui dari Miguel Torga Institute, Portugal. Kedua orang tersebut menyatakan, jika balet dapat membuat anak-anak menjadi obsesi dengan sesuatu hal.

Di riset ini telah meneliti dari 113 anak yang berumur 9 tahun sampai 16 tahun, yang di bagi tiga kelompok observasi. Dengan studi banding yang dilakukan, sebanyak 34,5 persen anak dilatih untuk belajar musik, 29,2 persen anak belajar balet serta 36,3 persen yang ada kegiatan dalam bentuk apapun.

Dengan hasil tersebut, ternyata anak yang belajar balet memiliki keseimbangan psikologinya ketimbang anak yang dilatih untuk musik ataupun tidak melakukan aktifitas apapun.

kelas balet

siswa balet yang sedang mengikuti gerakan pembimbing

Hasil Penelitian Terhadap Seni Tari Balet

“Pada hasil tersebut membuktikan bahwa studi pada sebelumnya bahwa belajar balet dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental seseorang.” ujar peneliti

“Biasanya terjadi pada seseorang yang belajar balet yang menjadi lebih perfeksionis dan merasa dirinya takut untuk gagal. Sementara itu, mereka lebih cenderung untuk menghindar yang dapat mengakibatkan gagal. Ini bisa memberikan dampak ketika dirinya sudah remaja dan dewasa,” tambahnya.

Seperti apa yang sudah disebut dari sebuah media, bahwa jika anak yang belajar balet biasanya menghindar dalam situasi apapun yang memberikan kegagalan pada mereka. Namun, tidak mereka hadapi, dengan seperti itu akan menjadi numpuknya masalah yang bisa berkepanjangan.

“Pada umumnya siswa yang biasanya di berikan arahan untuk bisa mencari solusi dan mengeluarkan ekpresi yang mereka rasakan,” ucap peneliti tersebut kepada media.

Para peneliti pun mengatakan bahwa balet biasanya lebih menuntut ke fisik, daya saing, perfeksionis dan juga bersikap kritis. Dengan adanya hal seperti itu biasanya dibutuhkan penerimaan dalam keada fisik dan mental di tiap anak. Harapan dari peneliti dalam riset ini, pelatih balet dapat memberikan sistem mengajar dengan mendukung kesehetan mental bagi anak.

Belajar Balet Dapat Memberikan Manfaat Banyak Bagi Anak-anak

siswa balet

anak-anak yang sedang belajar balet

Untuk belajar balet dapat dilakukan ketika usia 3 atau 5 tahun, yang berguna melatih kemampuan motorik, sensorik dan kognitif anak. Maka si anak akan mengalami perkembangan jauh lebih baik ketimbang usia sebelumnya. Sebaiknya anak harus diberikan kegiatan yang menantang yang gunanya untuk meningkatkan kemampuan dasar motorik untuk anak.

Hal ini, kita sebagai orang tua harus memberikan arahan agar anak dapat melakukan aktifitas fisik dengan umur dan keinginnya. Sekilas pengalaman pribadi, ketika saya memberitahukan kepada teman untuk memasukkan anaknya ke tempat kursus balet hatus dimulai dari dini.

Pada saat itu saya menceritakan banyak manfaat untuk mengikuti les balet bagi anak. Dimana gerakan dalam balet sangat berima dan lembut. Yang akan didapatkan oleh si anak, agar mampu berkonsentrasi dan mengajarkan kesabaran, karena harus berganti gerakan demi gerakan dengan perlahan.

Dalam gerakan balet pun, dapat melatih kelenturan tubuh anak dan juga keseimbangan serta bisa melatih postur tubuh yang akan terlihat graceful. Jika saya melihat anak-anak latihan balet, yang biasa dalam posisi berdiri, berjalan ataupun duduk tegap dengan cara teratut.

Maka dari itu teman saya menerima saran yang saya berikan, dan mendaftarkan anaknya ke tempat kursus Nillkin Balet yang berada di Serpong, kota Tangerang Selatan. Setelah teman saya memasukkan anaknya ke Nillkin Balet, dia melihat banyak perkembangan yang ada pada anaknya tersebut.